Sebab menggabungkan dua kompetisi, Indonesia Super League (ISL) dan
Indonesia Premier League, (IPL) bukanlah sesuatu yang mudah karena
terganjal aturan."Dan saat ini sudah terjadi pemutarbalikkan fakta,
seolah-olah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang menawarkan
rekonsiliasi. Djohar Arifin dan pengurus PSSI hendaknya berhenti
melakukan propaganda yang sia-sia," kata Sekretaris Eksekutif KPSI, Budi
Setiawan, kepada wartawan kemarin.
Budi mencatat, sebelum Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Hotel
Pullman Jakarta pada Desember 2011, Forum Pengurus Provinsi PSSI (FPP)
sudah dua kali berkunjung ke PSSI namun ditolak. Kebuntuan komunikasi
itulah yang akhirnya membuat FPP menggagas dan melahirkan KPSI dalam
RASN. "Mandat KPSI itu adalah menjalankan KLB sesuai keinginan lebih
dari 2/3 anggota PSSI," tegas Budi.
Budi menegaskan bahwa tidak ada mandat kepada KPSI untuk melakukan
rekonsiliasi dengan PSSI. Apalagi surat FPP kepada PSSI tidak pernah
direspon. Karena itu, KPSI secara tegas dan jelas menolak ide
penggabungan dua kompetisi karena hanya kompetisi ISL yang diisi 18 klub
yang benar-benar sah.
Bila PSSI mau mengubah kompetisi, lanjut Budi, maka hal itu hanya bisa
dilakukan melalui kongres. Kongres merupakan jalan keluar dari semua
persoalan PSSI selama ini. Dan segala aturan main yang sudah ditetapkan
di Kongres harus diubah melalui kongres juga sebagai forum tertinggi.
"Jadi agar diingat bahwa KPSI mandatnya itu adalah menggelar KLB dan
bukan melakukan rekonsiliasi. Posisi tawar KPSI jelas lebih tinggi,
karena kongres tahunan pada tanggal 4-6 Februari lalu dihadiri 74
anggota resmi PSSI sesuai dengan list delegates Kongres Solo 2011. Jadi
agak ngawur kalau KPSI dianggap mengemis rekonsiliasi. Ide rekonsiliasi
itu dari PSSI," demikian Budi.
Sementara itu, mantan ketua umum PSSI Agum Gumelar menyayangkan
perombakan kompetisi sepakbola di Indonesia yang dilakukan kepengurusan
PSSI. Sebab, katanya, perombakan tersebut memicu penolakan dari
klub-klub. Mereka akhirnya menggelar kompetisi dengan melanjutkan
Superliga Indonesia (ISL) yang diikuti 18 tim di bawah pengelolaan PT
Liga INDonesia (LI).
Seperti diketahui, PSSI memutuskan untuk mengubah kompetisi dengan
memasukkan 24 tim di Liga Prima Indonesia (IPL) dengan latar belakang
alasan yang tidak jelas di bawah bendera PT Liga Prima Indonsia
Sportindo (LPIS). IPL sendiri akhirnya hanya diikuti 12 klub.
“Tidak seluruhnya kebijakan yang dibuat pengurus lama tak benar. Ada
juga kebijakan pengurus lama yang relevan untuk dilanjutkan,” ujar Agum.
Dia mencontohkan kompetisi yang telah berjalan dengan begitu baik,
begitu berbobot, begitu diminati, sehingga rating liga sepakbola kita
juga jauh mengalahkan rating sepakbola Eropa. Namun, oleh PSSI justru
dirombak. Itu kan sudah bagus,” tambah mantan ketua KONI Pusat itu.
Menurutnya, animo masyarakat yang sudah besar seharusnya dilanjutkan
bukan dengan dirombak. “Kalau kita mau membongkar pagar, maka kita harus
tahu lebih dahulu, mengapa kita dulu membuat pagar itu. Jangan main
asal bongkar saja,” tandasnya.
Sementara itu, Komite Pemilihan (KP) KPSI terus tancap gas. KP telah
menerima empat formulir para kandidat calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum
dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ketua KP, Dhimam Abror
mengungkapkan keempat kandidat calon tersebut adalah anggota Komisi X
DPR RI Djamal Aziz dan Zulfadli, Adang Ruchiatna serta Irawadi Hanafi.
"Kami telah menerima empat formulir pendaftaran. Keempatnya mendaftarkan
diri untuk tiga jabatan sekaligus sebagai Ketum, Waketum dan anggota
Exco," terangnya di kantor KPSI belum lama ini. Akan tetapi, khusus
untuk Djamal Aziz, Dhimam mengungkapkan adanya berkas-berkas yang belum
dipenuhi olehnya. Sehingga, Djamal berencana kembali akan mendatangi
kantor KPSI untuk melengkapi syarat-syarat yang perlu dilengkapi.
Lebih lanjut, Dhimam menambahkan, sampai saat ini sedikitnya terdapat 17
orang yang telah mengambil formulir pendaftaran. Namun, hanya empat
kandidat calon yang baru mengembalikan formulir itu. Ia mengatakan,
siapapun yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai kandidat diberi batas
waktu pengembalian formulir hingga 15 Februari 2012. "Karena tanggal 16
semua kandidat sudah akan kami umumkan," ( kutifan JPNN-Com )
Benar thu...PSSI sangat arogan
BalasHapus