( Menciptakan Rekor Muri Dengan Sepak Bola diangka 4 ).
Salam olahraga..!
Tgl. 29 Pebruari 2012 sebagai tahun kabisat diamana tahun
sepert ini adalah tahun penantian yg
dinanti 4 tahun sekali. Orang-orang yang
lahir pada tanggal 29 Pebruari harus rela melaksanakan Ultahnya sekali dalam 4
tahun. Tahun Kabisat tejadi 4 tahun sekali dan piala dunia dilaksanakan 4 tahun
sekali lalu Pergantian Ketua PSSI 4 tahun sekali. 3 masa yang mirif dan menjadi masa yg Tragis bagi tim PSSI. Tim sekelas Bahrain membantai tim PSSI 10-0,
sungguh suatu rekor MURI yang diciptakan oleh PSSI yang tidak pernah ada dalam
sejarah persepak bolaan tanah air kita.
Pertama Rekor itu telah diciptakan dengan Menjadikan Kompetisi lefel
atas indonesia dengan dana system satu Sponsor ( Konsorsium ), Kedua 6 kali
berturut turut timnas kalah dalam ajang prakualifikasi piala dunia 2014 dan
ketiga Kekalahan terbesar dalam sejarah sepakbola Indonesia melawan Tim Asia..
dan Rekor ke Empat apa Selanjutnya.?
Tak pelak kekalahan 0-10 dari Bahrain di babak ketiga
Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia menjadi kekalahan paling telak yang
pernah dialami timnas. Catatan ini
pulah, juga menjadi kekalahan paling
telak yang ditelan sebuah tim dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014
zona Asia.
Menyinggung masalah personal tim yang diturunkan oleh
PSSI bersama Pelatih Ajisantoso, tidaklah begitu buruk, mereka-mereka banyak
dari mantan timnas Erah Sebelumnya,
Sebut saja: Ferdinan S, Syamsidar, Diego M, Abd. Rahman, Gunawan Dwi
Cahyo serta Irfan Bachdim.
Dalam data sejarah perjalanan PSSI, pertandingan
Timnas Indonesia dari 1934 hingga 2011, kekalahan paling telak yang
pernah ditoreh ketika bertanding melawan Denmark. Waktu itu dalam pertandingan
persahabatan yang berlangsung pada 3 September 1974 di Kopenhagen, Indonesia
kalah 0-9.
Kemudian Indonesia pernah kalah 0-6 dari Jepang, 1-7 dari
Malaysia, dan 1-5 dari Burma pada babak grup Turnamen Merdeka tahun 1976.
Beberapa skor telak lainnya juga pernah mengikuti perjalanan timnas, salah
satunya ketika dihantam Syria 0-7 di Damaskus pada November 2007 dalam ajang
PPD 2008.
Sebelumnya, catatan Rekor Dunia kekalahan paling telak di
babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia dipegang oleh Tajikistan
ketika dilumat Jepang 0-8.
Ketika Tim PSSI di protes oleh qatar karena menurunkan
tim asal-asalan menurut Qatar, namun dengan yakin PSSI membantahnya bahwa tim
ini adalah yang terbaik saat ini. Dan setelah kekalahan itu terjadi, sebuah ucapan yang dikeluarkan oleh B. Limbon
yg dilansir berbagai media "Saya sebagai penanggung jawab timnas, saya
minta maaf. faktor lucky tidak berada di pihak kita saja." Setahu penulis faktor lucky apabila kalah
hanya satu angka misalnya 0-1, 1-2 dan
sterusnya. Bukan sepuluh-kosong. Kalau sepuluh kosong itu namanya goblok. Bertanding hanya dengan 10 orang bukan pula
menjadi alasan sebab Timnas Indonesia
bukan hanya kali ini bertanding dengan 10 pemain tapi tak pernah kala sebanyak
sesuai jumlah Pemain.
Tak
ada masalah bila PSSI menurunkan tim u23 dalam PPD zona asia melawan Bahrain
akan tetapi masih banyak talenta-talenta muda yang cukup baik untuk
diterjungkan diajang yang paling bergensi seantero dunia ini. PSSI harus tahu bahwa puncak prestasi bukan
terletak di SeaGame, Asean Game, Piala AFF atau Piala Asia terlebih lagi di
tingkat Yunior akan tetapi adalah di Piala Dunia...sekali lagi dipiala Dunia,
dan untuk itu jangan coba-coba bermain main dengan Piala Dunia sebab tak ada
kompetisi tertinggi selevel Piala Dunia.
Beberapa
Pemain-Pemain muda yg pantas memperkuat Timnas sebut saja: Riyandi Ramadhana
Putra alias Angky ( Club Boavista, Rio De Janeiro, Brasil ), Syamsir Alam dan M. Zainal Haq ( C.A
Penarol Uruguai), Yandi
Sofyan Munawar, Alfin Tuasalamony dan Yericho Christiantoko ( Club Cs Vise, Belgia ), Artur Irawan ( Club
Espanyol, Spanyol ). Namun sayang anak muda ini tak dilirik oleh PSSI, mengapa
? karena mereka-mereka sebagian besar Produk Nirwan. Sungguh sangat Tragis sepak bola negeri ini
yang di topang oleh kepentigan Kelompok.
Limbong pun menegaskan jika pihaknya dan juga PSSI akan
langsung melakukan evaluasi terkait hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2014
di mana selalu kalah di enam pertandingan, plus kebobolan 26 gol dan hanya
mencetak 3 gol. Apakah ini tidak dapat dikategorikan bahwa PSSI telah gagal ?
dan bukankah para PSSI sendiri yang mengatakan bahwa Timnas telah menjadi tim yang tangguh semenjak melengserkan Nurdin
Cs ?. Inilah sebenarnya yang dikuatirkan
oleh sebagian besar pencinta bola tanah air bahwa janganlah PSSI semakin jauh
membuat Timnas terperosok ke dalam jurang kehancuran, cukuplah hanya sampai
disini.
Selayaknyalah PSSI + Konsorsium menyambut gembira dan
memberikan bonus di rumah arifin seperti yang dilakukan ketika Timnas menjadi
Runer Up sea Game 2011. Mengapa ? Karena
tim inilah yang telah membuat rekor MURI bahkan Guinnees world Record
2012. Suatu kebanggaan yang sungguh
menyedihkan. Boleh anda bayangkan
bahwa kita sebagai penikmat dan pencinta bola selalu berharap Timnas Indonesia
Turut berjaya di Pila Dunia. Itu harapan
kita semua. Akan tetapi Bagi PSSI piala
dunia adalah sebagai ajang coba-coba bukan target. Apa yang mesti diharapkan sosok pengurus PSSI
yang saat ini hanya mementingkan kelompok semata..?.
Syukurlah Kekalahan 29 Pebruari itu
tetap dinilai positif oleh PSSI karena masih ada yang dapat dikambing
hitamkan misalnya dengan alasan wasit, kemudian karena Gonjang Ganjing
Persepakbolaan Nasiona dll. Mohon buka
mata buka telinga, PSSI malah melarang kita untuk menkritiknya tapi malah
mengajak untuk membangun persepakbolaan, tapi dengan apa ? segala masukanpun,
PSSI tak mau tahu mereka-mereka hanya tahu apa kata Arifin + Konsorsiumnya. ?
Apakah itu membangun..? atau membangun untuk kelompok. Lihat perseteruan Arema
IPL, PT. Arema + Ancoro Vs M. Nur dan Supeni ( Ketua Persema Malang + Malang
United ) sebagai bukti ketidak harmonisan organisasi yang dijalankan PSSI
selama ini.
Seperti tulisan saya terdahulu; Mengapa kita tak mampu
melirik negara raksasa sepak bola asia “Jepang”
yang membangun sepakbolanya dengan melibatkan seluruh staceholder tanpa
ada diskriminasi, tanpa ada pecat memecat
serta kebencian. Kita mesti
mengerti PSSI semakin gampang menjilat ludahnya sendiri, dimana 14 club-club
ISL tanpa pikir panjang dibekukan oleh PSSI, kemudian karena desakan beberapa elemen bangsa ( KONI, KOI, DPR, Kemenpora, dll ) dengan
begitu gampang mengajaknya kembali untuk bergabung dengan PSSI dan mengundang
ke Kongres Tahunan PSSI di Palangka Raya.
Suatu prosedur pembekuan hanya sebagai mainan belaka.
KPSI yang menganggap dirinya sebagai penyelamat sepak
bola mungkin perlu dan patut dipertimbangkan bahwa memang mereka muncul sebagai
penyelamat dengan melihat kehancuran timnas yang mulai bangkit sejak 2 tahun
silam dan kini semakin jauh terpuruk.meskipun boleh jadi hanya lah
bohong-bohongan sebagai upayan untuk mendapatkan
kekuasaan. Orang-orangpun Pada tahu bahwa KPSI juga disana banyak berkumpul
orang-orang pembohong, Akan tetapi bedanya PSSI berbohong dengan terang-terangan
dan masyarakat menyaksikannya, sementara KPSI menyimpan kebohongan dengan
teorinya.
Buntut kebohongan inilah sehingga 0-10 itu tercipta
karena dan sikap keegoisan PSSI yang selalu menganggap diri paling benar. ISL dilarang masuk timnas, kemudian Persipura
dilarang ikut LCA namun 2 kenyataan ini terbantahkan. Safee Saly memperkuat malaysia dan Persipura
direstu AFC dan FIFA Nah jika eksteren
organisasi PSSI banyak berbohong tentu didalam interen lebih besar lagi tindak
kebohongannya semisal perpecahan klub Persija, Arema dan PSMS yang
dikategorikan sebagai klub cloningan.
Apakah PSSI akan terus berbohong dan terus berbohong sampai priode 4
tahun kedepan tuntas. Tidak
!.....karena kebohongan akan terungkap diatas kebenaran.
Dan Eksekutif PSSI, Bob Hippy membantah jikalau Arifin
menjadi pengendali roda organisasi PSSI. Menurutnya, Arifin memang menaruh
kepedulian pada sepak bola Indonesia, namun tidak dalam tataran mencampuri
organisasi PSSI.
"Tidak sedikitpun dia mencampuri urusan internal PSSI. Itu bisa kami jamin," ujar Bob Hippy kepada Republika, Rabu (7/3). Tapi mengapa jika tidak, rapat mesti harus di rumah Arifin, kemudian pemberian bonus juga mesti di rumah arifin lalu klub-klub IPL adalah Klubnya Arifin dan terlebih lagi System Satu Sponsor ( Konsorsium ) adalah Milik Arifin, Penyelenggara Kompetisi PT. LPIS + IPL adalah reikarnasi dari LPI musim lalu. Arifin–pun dianggap sebagai Dewan Syuroh / Dewan Kehormatan yang tak ada dalam Struktur dalam StatutA FIFA. Masyarakat kini tahu dan pintar menilai bukan hanya perkataan mereka yang ada di PSSI.
"Tidak sedikitpun dia mencampuri urusan internal PSSI. Itu bisa kami jamin," ujar Bob Hippy kepada Republika, Rabu (7/3). Tapi mengapa jika tidak, rapat mesti harus di rumah Arifin, kemudian pemberian bonus juga mesti di rumah arifin lalu klub-klub IPL adalah Klubnya Arifin dan terlebih lagi System Satu Sponsor ( Konsorsium ) adalah Milik Arifin, Penyelenggara Kompetisi PT. LPIS + IPL adalah reikarnasi dari LPI musim lalu. Arifin–pun dianggap sebagai Dewan Syuroh / Dewan Kehormatan yang tak ada dalam Struktur dalam StatutA FIFA. Masyarakat kini tahu dan pintar menilai bukan hanya perkataan mereka yang ada di PSSI.
Tanggal 18 Maret 2012 dimana perseteruan paling akbar di
tanah air inipun akan terjadi. PSSI Vs
KPSI. Mereka bersama-sama akan
melaksanakan kongres hanya bedanya PSSI membahas Program kerja tahunan
sementara KPSSI adalah kongres luar biasa dengan agenda pemilihan Ketua Umum
dan Para exco. Padahal tanggal 22 maret
2012 adalah batas akhir yang diberikan oleh FIFA untuk rekonsiliasi antara KPSI
dan PSSI atau Antara IPL dan ISL. Untuk
itu boleh dikata bahwa apabila kongres PSSI dan KPSI tetap berjalan dan
masing-masing telah menghasilakan keputusan tanpa ada rekonsiliasi diantara
keduanya maka Rekor Muri-pun tercipta yakni PSSI akan menjadi dua. Dan selanjutnya FIFA akan mengeluarkan
keputusan memberi Sanksi kepada Sepak Bola Indonesia untuk tidak berkiprah
diajang internasional. Nah jika demikian
bagaimana dengan anak-anak warga negara indonesia yang saat ini memperkuat
club-club luar negeri di Eropa,
America dan Asia ?.?
Sosok Pemimpin yang patut dan boleh menjabat ketua PSSI “
Diza R.A karena yakin Diza tidak mementingkan kelompok, bukan seorang pembohong
dan bersih dari Korupsi “ Diza R.A” pernah mengharumkan nama baik negeri ini
dengan MFC-nya ( Makassar Fotboll Club ) diajang piala
Danone dan membawa anak muda berbakat bermain diiluar negeri dialah Irvin museng
“ ( club Ajax A, Belanda ), Namun jika
membandingkan dengan Djohar tak boleh dipungkiri bahwa Djohar seorang yang bertitelkan Prof.
Bukanpulah orang yang bodoh dan selama ini diintrikkan oleh banyak kalangan
sebagai Bonekanya Arifin.....namun bisakah Djohar terlepas dari intrik itu dan
membuktikan bahwa Arifin memamng tak ada dalam struktur organisasi PSSI.
Rekonsiliasi hanya satu intinya adalah mereplay 6 Klub yang berlaga di IPL (
PSM, Persebaya, Persibo, Bontang FC, Persema malang dan PSMS medan, Kemudian
bagimana mereka melepaskan Klub cloningan ( Persija, Arema, PSMS, persebaya )
untuk menyatu kembali menjadi satu tim yang tangguh, atau menjadikan 2 kompetisi di negeri ini ( IPL dan ISL ) yang sama-sama diakui oleh PSSI, AFC serta FIFA..

0 komentar:
Posting Komentar