Legalitas Akta

Indonesia Sisakan Taufik pada Nomor Tunggal

Taufik Hidayat menjadi satu-satunya pemain tunggal Indonesia yang tersisa ada turnamen Grand Prix Gold Swiss Terbuka setelah meraih kemenangan pada putaran kedua, Kamis pagi WIB.

Taufik yang menjadi unggulan 10 maju ke babak 16 besar turnamen berhadiah 125.000 dolar AS tersebut setelah mengalahkan pemain Swedia Henri Hurskainen 17-21, 21-12, 21-16 di St. Jakobshalle Basel, Swiss.
Selanjutnya, juara Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2005 itu akan bertemu unggulan delapan asal China Du Pengyu yang menang atas Christian Lind Thomsen dari Denmark 21-11, 21-14.
Taufik, peringkat 12 dunia, memenangi empat pertemuan terakhirnnya dengan pemain China peringkat 11 dunia tersebut dari lima pertemuan sebelumnya.
Sementara itu, langkah dua pemain tunggal Merah Putih lainnya, Tommy Sugiarto dan Andre Kurniawan terhenti pada babak 32 besar.
Tommy yang menjadi unggulan 15 kalah oleh pemain Denmark Viktor Axelsen 18-21, 12-21, sedangkan Andre menyerah kepada unggulan keempat Chen Jin dari China 13-21, 10-21.
Ganda putri juara SEA Games Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda juga tersingkir dari turnamen tersebut setelah gagal mengatasi pasangan Korea Jung Kyung Eun-Kim Ha Na yang mengalahkan mereka 17-21, 11-21.
Meski demikian pasangan unggulan delapan Greysia Polii-Meiliana Jauhari mempertahankan harapan ganda putri dengan kemenangan atas pasangan Inggris Mariana Agathangelou-Heather Olver 21-16, 21-16 untuk selanjutnya bertemu pasangan China Huan Xia-Tang Jinhua

http://id.olahraga.yahoo.com/news/indonesia-sisakan-taufik-pada-nomor-tunggal-011611410--spt.html

CRISH JHON SIAPKAN "PUKULAN NAGA"

Petinju kebanggaan Indonesia, Chris John mempersiapkan jurus baru yang akan dipakai untuk duel melawan petinju asal Jepang, Shoji Kimura pada perebutan gelar juara dunia WBA di Marina Bay Sands, Singapura, 5 Mei 2012 mendatang.
Jurus itu disebutnya sebagai "Pukulan Dragon" atau pukulan naga. Nama yang dipakai bukan berarti sembarangan. Menurut Chris John, jurus Pukulan Naga diharapkan bisa membantunya memenangi duel di tahun naga ini. "Sebelum pertandingan  saya akan berlatih terus, terutama  akan melatih jurus baru saya, yaitu Pukulan Naga," kata Chris di Jakarta, Kamis (8/3).
Petinju yang sudah mempertahankan gelar 15 sejak menjadi juara dunia 2004, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Kimura di Singapura mendatang. Bahkan, dia optimistis bisa mempertahankan gelar yang saat ini disandangnya. "Setelah ini saya akan langsung berangkat ke Perth (Australia-red) untuk melakukan persiapan. Yang pasti saya siap mempertahankan gelar saya," kata petinju asal Banjarnegara tersebut.
Mengenai kemampuan dan taktik Kimura, Chris mengaku tak begitu tahu. Namun demikian, dengan berlatih keras dan mengasah stamina, dia yakin bisa merobohkan lawan ketika berada di atas ring.
Selain Chris John, petinju Indonesia yang lain, yakni Daud Yordan juga akan duel melawan Lorenzo Villaneuva  untuk memperebutkan gelar juara dunia IBO Kelas Bulu. Hingga kini,  Yordan telah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi petinju asal Filipina itu. "Saya sudah mempersiapkan sejak dua bulan yang lalu, dan saya juga sudah mempersiapkan strategi khusus untuk merebut gelar juara dunia ini. Saya minta dukungan dari masyarakat Indonesia," ungkap Daud.
Sementara itu, Raja Sapta Oktohari (promotor dari Mahkota Promotion) mengatakan, pertarungan yang akan mempertemukan Chris John dengan Kimura dan Yordan lawan Lorenzo diprediksi berlangsung ketat dan seru.
"Dua petinju kebanggaan Indonesia ini akan bertarung dengan lawan yang cukup berbahaya. Jelas ini pertandingan seru dan menarik. Saya meminta pada Chris dan Daud mempersiapkan diri secara maksimal sehingga bisa mengatasi lawan-lawannya dan mengibarkan bendera Merah Putih di Singapura," ujar Oktohari.
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/sport/2012/03/08/15181/Chris-John-Siapkan-Pukulan-Naga

LAVINIA & JESSY BEREBUT GELAR

Sirkuit Tenis Nasional

Jessy Rompies vs Lavinia Tananta

UNGGULAN 1 Jessy Rompies ditantang Lavinia Tananta (Jawa Tengah) di final Sirkuit Tenis Nasional, Minggu (11/3). Di kubu putra David Agung Santoso bertemu Aditya Hari Sasongko.

Jessy yang di PON 2012 membela Kalimantan Timur ini ke final seusai bekuk unggulan 3 Cynthia Melita (Jateng) 6-2, 6(4)-7, 6-4, Sabtu (10/3). Sementara di ajang yang digelar di Pusat Tenis Kemayoran Jakarta itu, di babak 4 besar unggulan 2 Lavinia singkirkan unggulan 4 Tria Rizki Amalia (Jabar) 6-2, 6-0.

Perebutan gelar Sirnas yang merupakan Seri I dari 10 seri yang diagendakan itu, terbilang final ideal. Keduanya memiliki jam terbang yang mumpuni, baik di tur internasional maupun lokal. Meski secara peringkat, Jessy ada di urutan 447 WTA dan Lavinia 476 WTA. Mereka juga sesama penghuni timnas SEA Games 2011 dan Fed Cup 2012.

Jessy tak mengingat total pertemuannya dengan Lavinia. Tapi, dari catatan WTA Tour, sejak 2009 kedua pemain bentrok 5 kali dan Lavinia unggul 4-1. Kemenangan Jessy diraih di pertemuan terakhir, di babak 2 Cairns pada 2011 dengan skor 1-6, 6-2, 6-3. Menurut Lavinia, mereka saling kenal karakter permainan, bahkn punya kelemahan yang mirip.

“Saat memimpin, kami kerap kehilangan poin dengan mudah. Saat margin semakin dekat, barulah tersentak dan konsentrasi lagi," tutur Lavinia.  

Final putra juga diisi kontestan ideal, David Agung Santoso meladeni  Aditya Hari Sasongko. Unggulan 2 David (Riau)  menyingkirkan unggulan 4 Wisnu Adi Nugroho (Jateng) 6-1, 6-4, sedangkan unggulan 1 Aditya (DI Jogyakarta) bekap unggulan 3 Ega Uneputty (DKI Jakarta) 6-1, 7-5. 

"Saya pikir pertarungan bakal imbang karena kami kerap latihan bareng. Tapi, saya akan tampil leih tenang, fokus, dan tak terburu-buru seperti di semifinal," tukas Aditya.

dkt.http://www.sportiplus.com/detail/read/9092/lavinia-jessy-berebut-gelar

INDONESIA KENA SANKSI FIFA....?


( Menciptakan Rekor Muri Dengan Sepak Bola diangka 4 ).

Salam olahraga..! 


Tgl. 29 Pebruari 2012 sebagai tahun kabisat diamana tahun sepert ini adalah tahun penantian  yg dinanti 4 tahun sekali.  Orang-orang yang lahir pada tanggal 29 Pebruari harus rela melaksanakan Ultahnya sekali dalam 4 tahun. Tahun Kabisat tejadi 4 tahun sekali dan piala dunia dilaksanakan 4 tahun sekali lalu Pergantian Ketua PSSI 4 tahun sekali.  3 masa yang mirif dan  menjadi masa yg Tragis bagi tim PSSI.  Tim sekelas Bahrain membantai tim PSSI 10-0, sungguh suatu rekor MURI yang diciptakan oleh PSSI yang tidak pernah ada dalam sejarah persepak bolaan tanah air kita.  Pertama Rekor itu telah diciptakan dengan Menjadikan Kompetisi lefel atas indonesia dengan dana system satu Sponsor ( Konsorsium ), Kedua 6 kali berturut turut timnas kalah dalam ajang prakualifikasi piala dunia 2014 dan ketiga Kekalahan terbesar dalam sejarah sepakbola Indonesia melawan Tim Asia.. dan Rekor ke Empat apa Selanjutnya.?

Tak pelak kekalahan 0-10 dari Bahrain di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia menjadi kekalahan paling telak yang pernah dialami timnas.  Catatan ini pulah,  juga menjadi kekalahan paling telak yang ditelan sebuah tim dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia.

Menyinggung masalah personal tim yang diturunkan oleh PSSI bersama Pelatih Ajisantoso, tidaklah begitu buruk, mereka-mereka banyak dari mantan timnas Erah Sebelumnya,  Sebut saja: Ferdinan S, Syamsidar, Diego M, Abd. Rahman, Gunawan Dwi Cahyo serta Irfan Bachdim.

Dalam data sejarah perjalanan PSSI,  pertandingan  Timnas Indonesia dari 1934 hingga 2011, kekalahan paling telak yang pernah ditoreh ketika bertanding melawan Denmark. Waktu itu dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung pada 3 September 1974 di Kopenhagen, Indonesia kalah 0-9.
Kemudian Indonesia pernah kalah 0-6 dari Jepang, 1-7 dari Malaysia, dan 1-5 dari Burma pada babak grup Turnamen Merdeka tahun 1976. Beberapa skor telak lainnya juga pernah mengikuti perjalanan timnas, salah satunya ketika dihantam Syria 0-7 di Damaskus pada November 2007 dalam ajang PPD 2008.
Sebelumnya, catatan Rekor Dunia kekalahan paling telak di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia dipegang oleh Tajikistan ketika dilumat Jepang 0-8.

Ketika Tim PSSI di protes oleh qatar karena menurunkan tim asal-asalan menurut Qatar, namun dengan yakin PSSI membantahnya bahwa tim ini adalah yang terbaik saat ini. Dan setelah kekalahan itu terjadi,  sebuah ucapan yang dikeluarkan oleh B. Limbon yg dilansir berbagai media "Saya sebagai penanggung jawab timnas, saya minta maaf. faktor lucky tidak berada di pihak kita saja."  Setahu penulis faktor lucky apabila kalah hanya satu  angka misalnya 0-1, 1-2 dan sterusnya.  Bukan sepuluh-kosong.  Kalau sepuluh kosong itu namanya goblok.  Bertanding hanya dengan 10 orang bukan pula menjadi  alasan sebab Timnas Indonesia bukan hanya kali ini bertanding dengan 10 pemain tapi tak pernah kala sebanyak sesuai jumlah Pemain. 

Tak ada masalah bila PSSI menurunkan tim u23 dalam PPD zona asia melawan Bahrain akan tetapi masih banyak talenta-talenta muda yang cukup baik untuk diterjungkan diajang yang paling bergensi seantero dunia ini.  PSSI harus tahu bahwa puncak prestasi bukan terletak di SeaGame, Asean Game, Piala AFF atau Piala Asia terlebih lagi di tingkat Yunior akan tetapi adalah di Piala Dunia...sekali lagi dipiala Dunia, dan untuk itu jangan coba-coba bermain main dengan Piala Dunia sebab tak ada kompetisi tertinggi selevel Piala Dunia.
Beberapa Pemain-Pemain muda yg pantas memperkuat Timnas sebut saja: Riyandi Ramadhana Putra alias Angky ( Club Boavista, Rio De Janeiro, Brasil ), Syamsir Alam dan M. Zainal Haq   ( C.A Penarol Uruguai), Yandi Sofyan Munawar, Alfin Tuasalamony dan Yericho Christiantoko  ( Club Cs Vise, Belgia ), Artur Irawan ( Club Espanyol, Spanyol ). Namun sayang anak muda ini tak dilirik oleh PSSI, mengapa ? karena mereka-mereka sebagian besar Produk Nirwan.  Sungguh sangat Tragis sepak bola negeri ini yang di topang oleh kepentigan Kelompok.

Limbong pun menegaskan jika pihaknya dan juga PSSI akan langsung melakukan evaluasi terkait hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2014 di mana selalu kalah di enam pertandingan, plus kebobolan 26 gol dan hanya mencetak 3 gol. Apakah ini tidak dapat dikategorikan bahwa PSSI telah gagal ? dan bukankah para PSSI sendiri yang mengatakan bahwa Timnas telah menjadi  tim yang tangguh semenjak melengserkan Nurdin Cs ?.  Inilah sebenarnya yang dikuatirkan oleh sebagian besar pencinta bola tanah air bahwa janganlah PSSI semakin jauh membuat Timnas terperosok ke dalam jurang kehancuran, cukuplah hanya sampai disini. 

Selayaknyalah PSSI + Konsorsium menyambut gembira dan memberikan bonus di rumah arifin seperti yang dilakukan ketika Timnas menjadi Runer Up sea Game 2011.  Mengapa ? Karena tim inilah yang telah membuat rekor MURI bahkan Guinnees world Record 2012.  Suatu kebanggaan yang  sungguh  menyedihkan.  Boleh anda bayangkan bahwa kita sebagai penikmat dan pencinta bola selalu berharap Timnas Indonesia Turut berjaya di Pila Dunia.  Itu harapan kita semua.  Akan tetapi Bagi PSSI piala dunia adalah sebagai ajang coba-coba bukan target.  Apa yang mesti diharapkan sosok pengurus PSSI yang saat ini hanya mementingkan kelompok semata..?.
  
Syukurlah Kekalahan 29 Pebruari  itu  tetap dinilai positif oleh PSSI karena masih ada yang dapat dikambing hitamkan misalnya dengan alasan wasit, kemudian karena Gonjang Ganjing Persepakbolaan Nasiona dll.  Mohon buka mata buka telinga, PSSI malah melarang kita untuk menkritiknya tapi malah mengajak untuk membangun persepakbolaan, tapi dengan apa ? segala masukanpun, PSSI tak mau tahu mereka-mereka hanya tahu apa kata Arifin + Konsorsiumnya. ? Apakah itu membangun..? atau membangun untuk kelompok. Lihat perseteruan Arema IPL, PT. Arema + Ancoro Vs M. Nur dan Supeni ( Ketua Persema Malang + Malang United ) sebagai bukti ketidak harmonisan organisasi yang dijalankan PSSI selama ini.

Seperti tulisan saya terdahulu; Mengapa kita tak mampu melirik negara raksasa sepak bola asia “Jepang”  yang membangun sepakbolanya dengan melibatkan seluruh staceholder tanpa ada diskriminasi, tanpa ada pecat memecat  serta kebencian.  Kita mesti mengerti PSSI semakin gampang menjilat ludahnya sendiri, dimana 14 club-club ISL tanpa pikir panjang dibekukan oleh PSSI, kemudian karena desakan beberapa  elemen bangsa (  KONI, KOI, DPR, Kemenpora, dll ) dengan begitu gampang mengajaknya kembali untuk bergabung dengan PSSI dan mengundang ke Kongres Tahunan PSSI di Palangka Raya.  Suatu prosedur pembekuan hanya sebagai mainan belaka.

KPSI yang menganggap dirinya sebagai penyelamat sepak bola mungkin perlu dan patut dipertimbangkan bahwa memang mereka muncul sebagai penyelamat dengan melihat kehancuran timnas yang mulai bangkit sejak 2 tahun silam dan kini semakin jauh terpuruk.meskipun boleh jadi hanya lah bohong-bohongan  sebagai upayan untuk mendapatkan kekuasaan. Orang-orangpun Pada tahu bahwa KPSI juga disana banyak berkumpul orang-orang pembohong, Akan tetapi bedanya PSSI berbohong dengan terang-terangan dan masyarakat menyaksikannya, sementara KPSI menyimpan kebohongan dengan teorinya.

Buntut kebohongan inilah sehingga 0-10 itu tercipta karena dan sikap keegoisan PSSI yang selalu menganggap diri paling benar.  ISL dilarang masuk timnas, kemudian Persipura dilarang ikut LCA namun 2 kenyataan ini terbantahkan.  Safee Saly memperkuat malaysia dan Persipura direstu AFC dan FIFA  Nah jika eksteren organisasi PSSI banyak berbohong tentu didalam interen lebih besar lagi tindak kebohongannya semisal perpecahan klub Persija, Arema dan PSMS yang dikategorikan sebagai klub cloningan.  Apakah PSSI akan terus berbohong dan terus berbohong sampai priode 4 tahun kedepan tuntas.  Tidak !.....karena kebohongan akan terungkap diatas kebenaran.

Dan Eksekutif PSSI, Bob Hippy membantah jikalau Arifin menjadi pengendali roda organisasi PSSI. Menurutnya, Arifin memang menaruh kepedulian pada sepak bola Indonesia, namun tidak dalam tataran mencampuri organisasi PSSI.

"Tidak sedikitpun dia mencampuri urusan internal PSSI. Itu bisa kami jamin," ujar Bob Hippy kepada Republika, Rabu (7/3).  Tapi mengapa jika tidak, rapat mesti harus di rumah Arifin, kemudian pemberian bonus juga mesti di rumah arifin lalu klub-klub IPL adalah Klubnya Arifin dan terlebih lagi System Satu Sponsor ( Konsorsium )  adalah Milik Arifin, Penyelenggara Kompetisi PT. LPIS + IPL adalah reikarnasi dari LPI musim lalu.  Arifin–pun dianggap sebagai Dewan Syuroh / Dewan Kehormatan yang tak ada dalam Struktur dalam StatutA FIFA. Masyarakat kini tahu dan pintar menilai bukan hanya perkataan mereka yang ada di PSSI.

Tanggal 18 Maret 2012 dimana perseteruan paling akbar di tanah air inipun akan terjadi.  PSSI Vs KPSI.  Mereka bersama-sama akan melaksanakan kongres hanya bedanya PSSI membahas Program kerja tahunan sementara KPSSI adalah kongres luar biasa dengan agenda pemilihan Ketua Umum dan Para exco.  Padahal tanggal 22 maret 2012 adalah batas akhir yang diberikan oleh FIFA untuk rekonsiliasi antara KPSI dan PSSI atau Antara IPL dan ISL.  Untuk itu boleh dikata bahwa apabila kongres PSSI dan KPSI tetap berjalan dan masing-masing telah menghasilakan keputusan tanpa ada rekonsiliasi diantara keduanya maka Rekor Muri-pun tercipta yakni PSSI akan menjadi dua.  Dan selanjutnya FIFA akan mengeluarkan keputusan memberi Sanksi kepada Sepak Bola Indonesia untuk tidak berkiprah diajang internasional.  Nah jika demikian bagaimana dengan anak-anak warga negara indonesia yang saat ini memperkuat club-club luar negeri  di Eropa, America  dan Asia ?.?

Sosok Pemimpin yang patut dan boleh menjabat ketua PSSI “ Diza R.A karena yakin Diza tidak mementingkan kelompok, bukan seorang pembohong dan bersih dari Korupsi “ Diza R.A” pernah mengharumkan nama baik negeri ini dengan  MFC-nya  ( Makassar Fotboll Club ) diajang piala Danone dan membawa anak muda berbakat bermain diiluar negeri dialah Irvin museng “  ( club Ajax A, Belanda ), Namun jika membandingkan dengan Djohar tak boleh dipungkiri  bahwa Djohar seorang yang bertitelkan Prof. Bukanpulah orang yang bodoh dan selama ini diintrikkan oleh banyak kalangan sebagai Bonekanya Arifin.....namun bisakah Djohar terlepas dari intrik itu dan membuktikan bahwa Arifin memamng tak ada dalam struktur organisasi PSSI. Rekonsiliasi hanya satu intinya adalah mereplay 6 Klub yang berlaga di IPL ( PSM, Persebaya, Persibo, Bontang FC, Persema malang dan PSMS medan, Kemudian bagimana mereka melepaskan Klub cloningan ( Persija, Arema, PSMS, persebaya ) untuk menyatu kembali menjadi satu tim yang tangguh, atau menjadikan  2 kompetisi di negeri ini  ( IPL dan ISL ) yang sama-sama diakui oleh PSSI, AFC serta FIFA..

AGUM SESALKAN PSSI ROMBAK KOMPETISI



JAKARTA-Tujuan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) dan menurunkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin sepertinya sudah menjadi harga mati Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Ide rekonsiliasi yang ditawarkan Menpora Andi Mallarangeng, dipastikan terganjal dalam implementasinya.

Sebab menggabungkan dua kompetisi, Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League, (IPL) bukanlah sesuatu yang mudah karena terganjal aturan."Dan saat ini sudah terjadi pemutarbalikkan fakta, seolah-olah Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang menawarkan rekonsiliasi. Djohar Arifin dan pengurus PSSI hendaknya berhenti melakukan propaganda yang sia-sia," kata Sekretaris Eksekutif KPSI, Budi Setiawan, kepada wartawan kemarin.

Budi mencatat, sebelum Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Hotel Pullman Jakarta pada Desember 2011, Forum Pengurus Provinsi PSSI (FPP) sudah dua kali berkunjung ke PSSI namun ditolak. Kebuntuan komunikasi itulah yang akhirnya membuat FPP menggagas dan melahirkan KPSI dalam RASN. "Mandat KPSI itu adalah menjalankan KLB sesuai keinginan lebih dari 2/3 anggota PSSI," tegas Budi.


Budi menegaskan bahwa tidak ada mandat kepada KPSI untuk melakukan rekonsiliasi dengan PSSI. Apalagi surat FPP kepada PSSI tidak pernah direspon. Karena itu, KPSI secara tegas dan jelas menolak ide penggabungan dua kompetisi karena hanya kompetisi ISL yang diisi 18 klub yang benar-benar sah.

Bila PSSI mau mengubah kompetisi, lanjut Budi, maka hal itu hanya bisa dilakukan melalui kongres. Kongres merupakan jalan keluar dari semua persoalan PSSI selama ini. Dan segala aturan main yang sudah ditetapkan di Kongres harus diubah melalui kongres juga sebagai forum tertinggi.

"Jadi agar diingat bahwa KPSI mandatnya itu adalah menggelar KLB dan bukan melakukan rekonsiliasi. Posisi tawar KPSI jelas lebih tinggi, karena kongres tahunan pada tanggal 4-6 Februari lalu dihadiri 74 anggota resmi PSSI sesuai dengan list delegates Kongres Solo 2011. Jadi agak ngawur kalau KPSI dianggap mengemis rekonsiliasi. Ide rekonsiliasi itu dari PSSI," demikian Budi.

Sementara itu, mantan ketua umum PSSI Agum Gumelar menyayangkan perombakan kompetisi sepakbola di Indonesia yang dilakukan kepengurusan PSSI. Sebab, katanya, perombakan tersebut memicu penolakan dari klub-klub. Mereka akhirnya menggelar kompetisi dengan melanjutkan Superliga Indonesia (ISL) yang diikuti 18 tim di bawah pengelolaan PT Liga INDonesia (LI).

Seperti diketahui, PSSI memutuskan untuk mengubah kompetisi dengan memasukkan 24 tim di Liga Prima Indonesia (IPL) dengan latar belakang alasan yang tidak jelas di bawah bendera PT Liga Prima Indonsia Sportindo (LPIS). IPL sendiri akhirnya hanya diikuti 12 klub.

“Tidak seluruhnya kebijakan yang dibuat pengurus lama tak benar. Ada juga kebijakan pengurus lama yang relevan untuk dilanjutkan,” ujar Agum. Dia mencontohkan kompetisi yang telah berjalan dengan begitu baik, begitu berbobot, begitu diminati, sehingga rating liga sepakbola kita juga jauh mengalahkan rating sepakbola Eropa. Namun, oleh PSSI justru dirombak. Itu kan sudah bagus,” tambah mantan ketua KONI Pusat itu.

Menurutnya, animo masyarakat yang sudah besar seharusnya dilanjutkan bukan dengan dirombak. “Kalau kita mau membongkar pagar, maka kita harus tahu lebih dahulu, mengapa kita dulu membuat pagar itu. Jangan main asal bongkar saja,” tandasnya.

Sementara itu, Komite Pemilihan (KP) KPSI terus tancap gas. KP telah menerima empat formulir para kandidat calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ketua KP, Dhimam Abror mengungkapkan keempat kandidat calon tersebut adalah anggota Komisi X DPR RI Djamal Aziz dan Zulfadli, Adang Ruchiatna serta Irawadi Hanafi.

"Kami telah menerima empat formulir pendaftaran. Keempatnya mendaftarkan diri untuk tiga jabatan sekaligus sebagai Ketum, Waketum dan anggota Exco," terangnya di kantor KPSI belum lama ini. Akan tetapi, khusus untuk Djamal Aziz, Dhimam mengungkapkan adanya berkas-berkas yang belum dipenuhi olehnya. Sehingga, Djamal berencana kembali akan mendatangi kantor KPSI untuk melengkapi syarat-syarat yang perlu dilengkapi.

Lebih lanjut, Dhimam menambahkan, sampai saat ini sedikitnya terdapat 17 orang yang telah mengambil formulir pendaftaran. Namun, hanya empat kandidat calon yang baru mengembalikan formulir itu. Ia mengatakan, siapapun yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai kandidat diberi batas waktu pengembalian formulir hingga 15 Februari 2012. "Karena tanggal 16 semua kandidat sudah akan kami umumkan," ( kutifan JPNN-Com )

PSSI AKAN MENGAKUI ISL....BAGAIMANA DENGAN KONSORSIUM

Menpora, Andi Mallarangeng, sudah bertemu langsung dengan ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyangkut permintaan agar kisruh kepengurusan tidak terus diperpanjang. Solusi yang terus disodorkan Menpora adalah pelegalan ISL, ini diambil hanya dengan dasar membuka kesempatan bagi seluruh warga Indonesia untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia.

"Saya sampaikan posisi pemerintah yang menginginkan rekonsiliasi, suasana kondusif dibutuhkan agar pembinaan sepakbola makin maju," ujar Andi pada jumpa pers usai pertemuan dengan PSSI, Jumat malam WIB (10/2/2012).

Pada Rapat kerja yang dipimpin Rully Chaerul. A berlangsung di gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (28/2) lalu, menpora mengusulkan "bagaimana kalau salah satu solusi rekonsiliasi adalah ada dua kompetisi di dalam PSSI. Artinya PSSI akui ISL dan ISL akui PSSI. Dengan demikian ada dua kompetisi dibawah PSSI, karena dua-duanya dibawah PSSI dan saling mengakui, jadi tidak ada halangan untuk tim nasional," papar politikus dari Partai Demokrat saat itu.

Kainginan pemerintah ini adalah suati tindakan yang baik dimana hal diskriminasi perlu dihilangkan dimana selanjutnya timnas dapat merekrut pemain terbaik. " Kalau dua-dua (kompetisi) bisa disetujui PSSI, maka siapapun bisa jadi pemain tim nasional tanpa takut ada sanksi FIFA. Itu solusi terbaik saat ini, nanti baru satu-satu poin masalah diselesaikan," imbuh Andi.

Bagaimana engan Djohar mendengar masukan dari Menpora, ternyata PSSI membuka diri dan menyatakan akan mengusahakan keinginan itu segera terwujud. Menpora menilai langkah menuju rekonsiliasi sudah dimulai.

Tapi bagaiman dengan keinginan Konsorsium ?..dapatkah merespon Rekonsiliasi ala Menpora ini..? dimana kita ketahui Konsorsium adalah dewan Syuronya PSSI...Apakah mereka menyambut baik hal ini dan tidak mengartikannya bahwa ISL adalah saingan berat IPL dalam Bisnis Rumput Hijau....Semoga Rekonsiliasi tetap berjalan demi Timnas dan kemajuan sepak bola tanah air tanpa mementingkan Kelompok dan menjauhkan yang namanya Diskriminasi,,....( Andi Ms Hesandy  )
Bergabunglah bersam kami, untuk menyelesiakan masalah IT anda

Blog In

Entri

 
Support : Creating Website | Andi Ms Hersandy Template | Andi Template
Copyright © 2014. MISI INDONESIA SPORT - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger